Target Menang Lawan Persela, PS TNI Andalkan Kedisiplinan ala Tentara
Jakarta - PS TNI berhasil memenangi dua
pertandingan pertamanya di turnamen Piala Jenderal Sudirman. Kedisplinan
ala tentara disebut sang pelatih, Suharto AD sebagai modal kemampua tim
besutannya.
PS TNI saat ini memimpin Grup C setelah mengalahkan
Surabaya United 2-1 dan Pusamania Borneo FC lewat adu penalti. Hari
Selasa (24/11) besok mereka akan menghadapi Persela Lamongan di Stadion
GOR Delta, Sidoarjo.
"Besok kami akan main normal saja, tapi yang
penting menang," ujar Suharto Suharto AD setelah usai latihan di
lapangan Bataliyon Arhanud Se-8 Sruni, Sidoarjo, Jawa Timur Senin
(23/11/2015) pagi.
"PS TNI punya karakter tersendiri, yaitu
semangat juang yang tinggi, mobilitas tinggi, cepat dan ngotot, tapi
bukan brutal. Itu namanya disiplin TNI," sambungnya.
Suharto
mengatakan, dirinya tidak menyiapkan taktik khusus untuk menghadapi
Persela, yang dipandangnya sebagai tim kuat dan sudah mapan. Ia hanya
akan menekankan kepada seluruh anggota tim untuk mengerahkan kemampuan
terbaiknya.
"Semua tergantung pelatih. Kami siap, dan saya pun
punya target tersendiri (untuk mencetak gol). Insya Allah kami bisa
lolos dari babak penyisihan grup," timpal penyerang Aldino, yang sudah
mencetak dua gol untuk PS TNI.
Bosan Adu Penalti, Persipura Ingin Menang di Waktu Normal
Jakarta - Persipura Jayapura harus menjalani
dua pertandingan di Piala Jenderal Sudirman dengan adu penalti. Jelang
duelnya melawan PSM Makassar, 'Mutiara Hitam' optimistis meraih
kemenangan di waktu 90 menit.
Pada laga pertama Grup B Piala
Jenderal Sudirman menghadapi Bali United, Persipura bermain imbang 1-1
dan kalah 1-4 dalam adu penalti. Di laga kedua mereka harus bersusah
payang menghadapi Semen Padang, sebelum menang 5-3 lewat tos-tosan.
Pelatih
Persipura, Osvaldo Lessa, berharap tak ada babak penalti di laga
pertandingan melawan PSM di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali,
Senin (23/11). Dia juga sudah menginstruksikan timnya untuk tampil
agresif.
"Saya yakin kali ini Persipura bisa menang di waktu
normal. Kami bosan adu penalti. Saya agak khawatir. Tapi kami tetap
optimitis, apalagi persiapan kami juga lebih baik," ujar Lessa.
Pria asal Brasil ini pun mengaku kondisi pemainnya dalam keadaan baik, sehingga dia yakin timnya bisa tampil maksimal.
"Semua pemain mulai terlihat lebih kompak, begitu juga stamina. Mereka lebih oke kali ini," kata dia.
PSM
sendiri saat ini tengah dalam kepercayaan diri yang tinggi, karena
mereka berada di puncak klasemen grup B. Namun begitu pelatih Lestiadi
meminta timnya tetap hati-hati.
"Kami kira semua tim sama saja
dan semua sudah sama-sama saling tahu kekuatan lawan. Namun, saya
pastikan ini akan menjadi pertandingan sengit karena babak penyisihan
sudah hampir di pengujung," kata Lestiadi.
PSM saat ini memang
duduk di puncak klasemen grup B, namun hasil tersebut bisa berubah jika
mereka kalah dari Persipura. Pun demikian dengan Mitra Kular yang
melorot dari peringkat dua apabila kalah dari Semen Padang.
Gelandang Persija Jakarta, Raphael Maitimo, mengungkapkan rahasia yang membuatnya tampil impresif di laga perdana Piala Jenderal Sudirman. Ia mengatakan hal itu karena posisinya diubah oleh pelatih Bambang Nurdiansyah. Dalam laga penyisihan Grup A, tim Macan Kemayoran sukses mengalahkan Persipasi Bandung Raya (PBR) 2-0 di Stadion Kanjurahan Malang, Kamis (19/11/2015). Maitimo menjadi bintang lapangan dengan mencetak satu gol dan satu assist di pertandingan tersebut. Oleh Labbola, pemain
naturalisasi itu didapuk sebagai man of the match atau pemain terbaik di duel itu. "Saya bisa membuat gol dan assist, karena saya "didorong" coach Bambang. Posisi itu merupakan posisi yang ideal buat saya karena saya jadi bermain agak ke depan," kata Maitimo saat ditemui bola.com di Hotel Ijen Suites, Malang.
"Pelatih memang sengaja menempatkan saya di sana karena dia tahu karakter permainan saya bisa lebih produktif bila di posisi itu," imbuh Maitimo. Meski begitu, mantan pemain Sriwijaya FC dan Persita Tangerang itu menyatakan kondisi fisiknya belum bugar 100 persen. Hal itu disebabkan sewaktu menikmati liburan di Belanda sebelum memperkuat Persija, dirinya tidak bermain bola sama sekali. "Kondisi saya belum baik sepenuhnya. Saya harus berlatih lebih banyak lagi agar dapat kembali ke performa terbaik saya," jelasnya. Lebih lanjut Maitimo merasa tidak kesulitan beradaptasi dengan tim Persija karena para pemain Macan Kemayoran menerimanya dengan baik. Selain itu ada beberapa pemain yang pernah bermain dengannya. "Saya mengenal para pemain di sini, jadi tidak ada masalah soal adaptasi di Persija," tuturnya.
Berbeda dengan Iwan Setiawan, Kas Hartadi Puji Skuad Persib
Senin,23 November 2015
Pelatih Pusamania Borneo
FC (PBFC), Kas Hartadi berbeda dengan eks arsitek Pesut Etam, Iwan
Setiawan. Menurut Kas Hartadi, yang pernah menukangi Sriwijaya FC Persib
merupakan tim yang bagus.
Komposisi skuad menjadi alasannya. Persib juga disebut tak bisa diremehkan, apalagi sudah tertanam hasrat menjadi juara.
"Persib tim yang solid. Banyak pemain bintang. Tim mereka juga
bermental juara. Kami harus mewaspadai dan bekerja sekaligus fokus untuk
meraih hasil terbaik," kata Kas Hartadi dikutip dari laman PBFC.
Hal ini disampaikan oleh Kas Hartadi jelang pertemuan PBFC dengan
Persib di lanjutan penyisihan Grup C Piala Jenderal Sudirman di Stadion
Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat (27/11). Laga akan dilakoni setelah PBFC
menekuk Persela 1-0, sementara Persib kalah 0-1 dari Surabaya United.
"Tentu akan saya optimalkan untuk mengevaluasi kekurangan. aya akui
kemarin kami memang menang, cuma secara permainan anak-anak belum
seratus persen. Tapi saya tetap apresiasi usaha dan kerja keras para
pemain saya," jelas Kas Hartadi.
RD Berharap Konate dan Maiga Perlancar Jalan T-Team Promosi
Senin,23 November 2015
Pelatih yang sebelumnya
menangani Persija Jakarta, Rahmad Darmawan, berharap Makan Konate dan
Abdoulaye Maiga memperlancar jalan T-Team promosi ke kasta tertinggi
kompetisi sepak bola Malaysia, Malaysia Super League. Harapan
disampaikan RD, panggilan Rahmad Darmawan menyusul informasi T-Team
lewat laman Facebook-nya.
T-Team menyebut bahwa dua legiun asing asal Mali yang membela dua
klub Indonesia masing-masing Persib Bandung dan Sriwijaya FC itu akan
ikut Rahmad Darmawan ke Malaysia. Makan Konate dan Abdoulaye Maiga pun
akan melengkapi komposisi pemain asing di skuad berjuluk The Titans
untuk Malaysia Premier League musim 2016.
"Semoga penampilan mereka di klub sebelumnya bisa membantu T-Team promosi," kata Rahmad Darmawan, Senin (23/11).
Promosi ke Malaysia Super League merupakan target yang dipatok
manajemen T-Team. Itu sebelumnya juga dijelaskan Rahmad Darmawan setelah
memastikan akan menangani T-Team.
"Untuk pemain lokal Malaysia, saya tidak tahu banyak. Tapi saya sudah
menonton T-Team bermain dalam pertandingan atau kompetisi. Menurut
saya, mereka pemain-pemain yang bagus dan memiliki prospek bagus,"
terang Rahmad Darmawan.
Manajemen Persija Jakarta menerapkan kebijakan berbeda terkait kontrak pemain dan pelatih di Piala Jenderal Sudirman .
Seluruh awak Macan Kemayoran hanya dikontrak sampai babak penyisihan grup.
Proses kerja sama bakal direvisi ulang setelah lolos dari babak
penyisihan grup. Keputusan ini dilakukan untuk menekan penumpukan
tunggakan seperti di Piala Presiden lalu.
Sebelumnya Persija menyodorkan kontrak selama dua bulan atau berdasarkan durasi turnamen di Piala Presiden.
Namun, manajemen kembali menunggak sebulan gaji pemain karena Ismed Sofyan dkk terhenti di fase grup.
"Kami tidak mau mengulangi pengalaman di Piala Presiden kemarin. Jadi,
kali ini pemain hanya dikontrak sampai babak penyisihan. Kalau lolos, maka kami akan beri kontrak baru ke pemain," kata Asher Siregar , wakil Presiden Klub Persija Jakarta .
Meski demikian, para pemain dan pelatih bakal digelontorkan bonus di
luar kontrak seusai bertanding. Sebab, setiap tim pemenang maupun kalah
berhak mengantongi match fee dari penyelenggara turnamen.
Pada
turnamen ini, tim pemenang dalam waktu normal berhak mendapatkan Rp 125
juta. Sementara tim yang kalah akan menerima uang sebesar Rp 75 juta.
Jika dalam waktu normal pertandingan
berakhir imbang, maka laga akan dilanjutkan ke babak adu penalti. Tim
pemenang di babak penalti berhak mengantongi Rp 110 juta dan yang kalah
Rp 90 juta.
Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, tak ingin para pemainnya
terus larut dalam kesedihan lantaran kalah dari Surabaya United, skor
1-0, Sabtu (21/11) lalu. Mengingat, masih ada dua laga sisa yang harus
dijalani skuat Maung Bandung pada fase grup C turnamen Piala Jenderal Sudirman (PJS).
Pelatih yang akrab disapa Djanur itu mengakui, Atep Rizal dan kawan-kawan memang tidak dalam performa terbaik di laga itu.
"Kami harus segera bangung, agar bisa memperbaiki seluruh penampilan
sebelum menghadapi pertandingan ke depan. Jadi, kami harus bangkit,"
ucap Djadjang.
Namun begitu, Djanur menuturkan bukan hal yang mudah untuk memetik
kemenangan pada dua laga berikutnya nanti. Apalagi lawan yang akan
dihadapi juga memiliki motivasi dan peluang yang sama untuk lolos ke
babak selanjutnya.
Pada dua laga tersisa, Persib akan menghadapi Pusamania Borneo FC
(27/11) dan PS TNI (30/11). "Saya percaya, tim ini memiliki kebersamaan
dan kekompakan untuk berjuang bersama memetik dua pertandingan sisa dan
lolos ke babak berikutnya," tegasnya.
Sriwijaya FC dipastikan tak bisa tampil dengan salah satu bek
andalannya, Abdoulaye Maiga, saat melawan Persija Jakarta di Stadion
Kanjuruhan, Malang, Rabu (25/11) nanti. Menyusul, bek asal Mali itu
terkena akumulasi kartu kuning saat melawan Arema Cronus, Minggu (22/11)
malam.
Maiga terkena kartu kuning di laga itu, lantaran berseteru dengan bek
Arema, Kiko Insa, pada pertengahan babak pertama. Absennya Maiga pun
sangat disesali tim pelatihLaskar Wong Kito.
Apalagi, mereka membutuhkan kemenangan di laga melawan Persija untuk
menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. Mengingat, pada laga melawan
Arema mereka kalah dengan skor 2-0.
"Sebelum pertandingan kami sudah katakan untuk tidak terpancing, baik
oleh pemain Arema ataupun penonton. Namun situasi di lapangan bisa saja
berubah, tentu kami harus siapkan penggantinya," kata Hartono Ruslan,
asisten pelatih SFC, seperti dikutip Sriwijaya Post.
"Sebagai pelatih kami selalu ingatkan mereka untuk tidak emosi, tapi
hari ini (kemarin) pemain SFC terpancing sehingga justru merugikan tim
sendiri. Hal seperti ini akan menjadi perhatian kami ke depannya," tegas
Hartono.
SFC saat ini telah mengoleksi tiga poin dari dua laga yang telah
dijalani. Tiga poin itu mereka dapatkan saat membekuk Gresik United,
1-0, 19 November lalu.
Boaz diprediksi baru bisa kembali berlatih lima hari lagi.
Persipura Jayapura dipastikan tanpa Boaz Solossa saat melawan PSM
Makassar pada lanjutan grup B Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kapten I
Wayan Dipta, Gianyar, Senin (23/11). Menyusul, pemain yang akrab disapa
Bochi itu masih belum pulih dari cedera yang didapatkannya saat
menghadapi Bali United Pusam di laga perdana.
Meski begitu, pelatih Persipura Oswaldo Lessa Filho menegaskan,
timnya tetap kuat meski tanpa kapten tim mereka itu. "Karena ini tim,
jadi tidak hanya cukup satu pemain saja yang menentukan. Kami ada 29
pemain, dan semua pemain harus siap 100 persen untuk diturunkan kapan
saja," ucap Lessa, Senin (23/11).
Lebih lanjut, pelatih asal Brasil itu mengungkapkan saat ini mantan
kapten timnas Indonesia itu masih terus menjalani terapi untuk
menyembuhkan cederanya.
"Boaz masih terapi dulu sampai sehat 100 persen. Mungkin lima hari
lagi baru bisa latihan. Kalau untuk pertandingan, bisa satu minggu atau
sepuluh hari," bebernya.
Seperti diketahui, Persipura saat ini baru mengoleksi tiga poin dari
dua laga yang telah dijalani. Itu setelah, mereka takluk lewat adu
penalti dari Bali United dan menang dengan adu penalti atas Semen Padang.
Kim Jeffrey Kurniawan Tebar Ancaman Ke Sriwijaya FC
Persipasi Bandung Raya (PBR) masih memiliki asa untuk lolos ke babak
delapan besar Piala Jenderal Sudirman. Itu setelah, mereka menaklukkan
Gresik United dengan skor tipis 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Malang,
Minggu (22/11) malam.
Hasil itu, membuat para penggawa PBR lebih optimistis menatap laga
berikutnya melawan Sriwijaya FC, 28 November nanti. Salah satunya, Kim
Jeffrey Kurniawan.
Kim pun menebar ancaman kepada SFC agar tidak menganggap remeh timnya
pada laga tersebut. SFC akan menjadi lawan terakhir skuat asuhan Pieter
Huistra di fase grup A. Maka itu, kemenangan wajib mereka raih untuk
mengamankan diri lolos ke babak selanjutnya lewat jalur runner-up atau peringkat ketiga terbaik.
"Kami hari ini (kemarin) mampu memenangkan pertandingan, dan besok akan berusaha untuk mengalahkan Sriwijaya," kata Kim.
Meski begitu, pemain berdarah Jerman-Indonesia ini mengakui tim
Laskar Wong Kito adalah tim yang kuat dengan diperkuat para pemain kelas
atas Indonesia.
"Sriwijaya kita tahu adalah tim bagus, karena mereka punya pemain
yang sangat cepat. Namun, PBR juga tim yang bagus, kami punya kekuatan
sendiri. Dan jika kami kompak dan tidak takut siapapun, kami optimistis
memenangkan pertandingan," urai mantan pemain Persema Malang itu.
Di sisi lain, dirinya juga sedikit menyesalkan skor 3-2 yang terjadi
saat melawan Gresik United. Sebab, skor itu membuat selisih gol positif
PBR hanya bertambah satu.
"Sebenarnya kalau kami bermain dengan 11 orang, skornya tidak 3-2
seperti ini. Bahkan kalau pemain lengkap kami bisa menang lebih banyak,"
tutupnya
Selain resmi menunjuk Rahmad Darmawan sebagai pelatih
baru, klub kasta kedua Malaysia itu juga mengumumkan perekrutan Makan
Konate dan Abdoulaye Maiga.Petualangan Makan Konate di pentas sepakbola nasional bersama Persib
Bandung dipastikan berakhir di gelaran Piala Jenderal Sudirman [PJS]
usai resmi diperkenalkan sebagai penggawa baru kontestan Malaysian
Premier League [MPL], T-Team FC.
Gelandang serang asal Mali berusia 24 tahun tersebut didatangkan
bersamaan dengan eks penggawa Sriwijaya FC, Abdoulaye Maiga dan bakal
menjadi legiun asing andalan skuat The Titans yang juga dibesut pelatih
asal Indonesia, Rahmad Darmawan.
"Kami mencapai kesepakatan selepas mengadakan perbincangan di
Indonesia," ungkap ketua pegawai operasi T-Team, Mohd Syahrizan Mohd
Zain dikutip Berita Harian usai memastikan status RD sebagai juru taktik baru timnya.
Konate sendiri saat ini masih bersama dengan pasukan Maung Bandung
yang tengah ambil bagian dalam turnamen PJS dan diyakini akan segera
terbang ke Terengganu, Malaysia selepas melakoni seluruh partai di babak
penyisihan Grup C yang diadakan di Sidoarjo.
T-Team memasang target tinggi untuk dapat lolos menuju Malaysia Super
League [MSL] musim depan demi menebus kegagalan meraih tiket ke kasta
tertinggi tersebut selepas hanya finis di urutan ketiga klasemen akhir
MPL musim ini.
Pemain
PS TNI saat melakukan selebrasi gol pada laga melawan Surabaya United
yang berakhir dengan kemenangan 2-1, Minggu (15/11/2015) di Stadion
Gelora Delta Sidoarjo. (Bola.com/Zaidan Nazarul)
Jakarta - Tim amatir, PS TNI, berhasil
mencuri perhatian di Piala Jenderal Sudirman. Tim asuhan Suharto AD itu
memperlihatkan performa apik dan secara mengejutkan berhasil meraih dua
kemenangan dalam dua awal Grup C.
PS TNI mempencundangi dua klub Indonesia Super League (ISL), yakni
Surabaya United 2-1 (15/11/2015) dan Pusamania Borneo FC lewat adu
penalti 8-7 (2-2) pada18 November 2015. Dua kemenangan itu mengantarkan
Legimin Raharjo dkk. ke puncak klasemen Grup C dengan koleksi lima poin.
Tim yang yang dipimpin Pangkostrad, Letjen TNI Edy Rahmayadi itu pun,
mendadak populer di dunia maya. Tim yang dibesut Suharto ini pemain dan
ofisial juga bagian dari klub Divisi Utama, PSMS Medan yang pada bulan
Agustus silam jadi juara Piala kemerdekaan. Berikut lima hal yang harus
diketahui tentang PS TNI:
Pemain
PBFC, Febri Setiyadi, berebut bola dengan pemain PS TNI, Manahati
Lestusen pada laga Piala Jenderal Sudirman di Gelora Delta Sidoarjo,
Jawa Timur, Rabu (18/11/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
1. Diperkuat 4 Eks Timnas U-23
PS TNI diperkuat empat pemain jebolan timnas U-23 di SEA Games 2014.
Keempat pemain itu adalah Manahati Lestusen, Wawan Febriyanto, Abduh
Lestaluhu, dan Ahmad Nufiandani.
Yang menarik, keempat pemain ini bersama dua eks penggawa timnas
U-19, Ravi Murdianto dan Dimas Drajad, memperkuat PS TNI karena baru
saja resmi menjadi prajurit.
Karena perintah Pangkostrad, Manahati harus meninggalkan Barito dan
Nufiandani untuk sementara keluar dari Arema Cronus. Padahal, kedua
pemain ini sebenarnya masih terikat kontrak dengan dua klub tersebut.
2. 15 Pemain Berprofesi Sebagai Tentara
Sesuai dengan nama timnya, skuat PS TNI
berisi mayoritas pesepak bola yang berprofesi sebagai prajurit TNI.
Setidaknya, ada 15 pemain dalam tim asuhan Soeharto yang merupakan
prajurit TNI.
Selain 6 eks penggawa timnas U-23 dan U-19, ada sembilan pemain lain
yang berprofesi sebagai TNI. Mereka adalah Dhika Bayangkara, Asrul
Risahondua, Erwin Ramdani, Suhandi, Wanda Syahputra, Choirul Hidayat,
Hendri Aprilianto, Guntur Triaji, dan Riki Istianto.
Para
pemain PS TNI mengambil sikap hormat usai berlaga pada Piala Jenderal
Sudirman melawan PBFC di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu
(18/11/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
3. Tanpa Pemain Asing
PS TNI menjadi salah satu tim yang tidak menggunakan pemain asing di
Piala Jenderal Sudirman. Selain PS TNI, tim dari Pulau Dewata, Bali
United dan juga Gresik United menerapkan kebijakan serupa.
Sejauh ini, ketiadaan pemain asing tidak lantas membuat PS TNI
inferior setiap kali bertemu lawan. Justru dengan pemain lokal, PS TNI
mampu berbicara banyak dengan meraih kemenangan di dua laga awal Grup C.
4. Selebrasi Hormat ala Prajurit
Salah satu hal lain yang menarik perhatian dari PS TNI adalah cara mereka setiap kali merayakan gol. Seluruh pemain PS TNI melakukan selebrasi seperti sedang melakukan apel.
Pemandangan unik itu terjadi pada dua laga awal PS TNI saat
menghadapi Surabaya United dan Borneo FC. Malah, saat kapten tim Legimin
Raharjo, mencetak gol ke gawang Surabaya United, seluruh pemain
langsung berbaris di depan Legimin sambil melakukan aksi hormat.
Dengan
penuh semangat para anggota TNI mendukung tim PS TNI pada laga Piala
Jenderal Sudirman melawan Pusamania Borneo FC di Stadion Gelora Delta
Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (18/11/2015). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
5. Selalu Ditonton Langsung Prajurit TNI
Berbeda dengan tim sepak bola pada umumnya, PS TNI memiliki fans yang
berbeda. Setiap kali bertanding, Manahati Lestusen dkk. didukung
langsung oleh ribuan prajurit TNI yang hadir langsung di Stadion Gelora
Delta, Sidoarjo.
Ribuan prajurit ini juga atraktif saat mendukung PS TNI. Mulai dari
lagu-lagu mars TNI sampai lagu bertema sepak bola dinyanyikan oleh para
prajurit tersebut.
Sorak-sorai mereka juga memberi efek positif karena PS TNI berhasil meraih dua kemenangan atas tim ISL, Surabaya United dan Borneo FC pada dua laga awal fase grup.
Gelandang
impor Arema Cronus, Esteban Vizcarra selalu bermain di dua laga awal
fase grup A Piala Jenderal Sudirman. (Bola.com/Kevin Setiawan) Malang -Pemain asing Arema Cronus,
Antonio Mossi memperlihatkan kemampuan yang lebih baik dari Esteban
Vizcarra dalam sesi latihan tim di Stadion Gajayana, Jumat (20/11/2015).
Saat melakukan tembakan jarak dekat dan umpang, Mossi berada di atas
mantan pemain asing Semen Padang itu.
Dari lima kali kesempatan menendang, pemain asal Spanyol ini sukses
mencetak lima gol sedangkan Vizcarra hanya bisa memasukan empat gol.
Selain itu juga Mossi mencatatkan passing yang lebih baik dari Vizcarra.
Baca Juga
Bahkan, beberapa kali pelatih Singo Edan, Joko Susilo menegur
Vizcarra karena salah dalam melepaskan passing."Memang akurasi tendangan
Mossi tadi lebih baik dari Vizcarra,” ucap Getuk.
“Tapi itu tidak menandakan kalau Mossi lebih hebat dari Vizcarra.
Karena dalam pertandingan tidak melulu bisa menendang secara dekat,"
kata Joko.
Di dua laga yang sudah dilalui Arema, Mossi baru satu kali turun
sebagai pemain inti, sedangkan Vizcarra selalu dipercaya Joko Susilo
bermain sejak menit pertama saat mengalahkan Gresik United 4-1 dan
Persipasi Bandung Raya 4-2.
Saat ini, Arema Cronus merupakan
pemuncak klasemen sementara grup A dengan raihan enam poin. Singo Edan
akan melakoni lanjutan grup A Piala Jenderal Sudirman dengan menghadapi
Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (22/11/2015).
Mau Jadi Ketua Persija? Siapkan Dana Minimal Rp 3 Miliar
Ferry Paulus (kiri), Ketua Umum Persija periode 2011-2015. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Jakarta -Tanggal 12 Desember 2015, Persija Jakarta bakal
menggelar pemilihan ketua umum baru. Sebanyak 30 klub internal bakal
memilih seorang figur yang diyakini bisa memutar roda organisasi ke arah
yang lebih baik lagi. Tak hanya dituntut mencintai klub berjulukan
Macan Kemayoran, Ketua Umum Persija baru diharapkan juga berkantong
tebal untuk menopang pendanaan klub-klub internal.
Ketua Umum Persija yang akan memimpin organisasi periode 2015-2019
diharapkan bisa fokus untuk menghidupkan kembali kompetisi internal
untuk menelurkan bibit-bibit andal buat dipasok ke tim Persija. Untuk
memutar kompetisi internal dibutuhkan uang yang tak sedikit.
"Calon Ketua Umum Persija harus orang berduit. Ia punya tanggung
jawab menjalankan kompetisi internal dan pembinaan klub-klub anggota
yang memakan uang tak sedikit," ucap Ketua Komite Pemilihan, Biner
Tobing dalam konferensi pers di kantor Persija, Senayan, Jakarta pada
Jumat (20/11/2015) siang.
"Kalau dihitung-hitung, untuk menggelar kompetisi internal perlu dana
Rp 800 juta untuk satu musim. Dana itu baru mencakup seluruh kebutuhan
operasional. Belum lagi urusan lain, uang pembinaan buat 30 klub
anggota. Buat gambaran saja, dibutuhkan dana sekitar Rp 3 miliar untuk
memutar roda organisasi Persija," sebut Biner yang berstatus sebagai
Pembina PS Mahasiswa tersebut.
Pada prinsipnya uang untuk memutar roda organisasi tidak harus
berasal dari kantong pribadi Ketua Umum Persija. Bisa saja lewat
kelihaian pemimpin baru melakukan lobi ke pihak luar, program-program
kerja Tim Macan Kemayoran bisa berjalan dengan bantuan sponsor.
Menurut Sekretaris Komite Pemilihan Ketua Umum Persija, Budiman
Dalimunthe, poin utama nakhoda baru bukan berapa besar ia punya uang,
akan tetapi ia memiliki komitmen besar mencarikan dana untuk menghidupi
Persija.
"Soal uang, yang penting punya komitmen saja, yang penting halal.
Nanti, pada saat interview, kami tanya kepada calon kesiapannya. Kami
ini tak punya lapangan sendiri untuk menggelar kegiatan internal, jadi
sulit. Ya semoga ketua baru punya lapangan, kan biaya yang tadi
disebutkan bisa ditekan," ujar Budiman.
Saat ini sosok Ferry Paulus yang jadi Ketua Umum Persija Jakarta.
Ia memegang jabatan ganda sebagai Presiden Direktur PT Persija Jaya
Jakarta, perseroan yang mengelola tim Persija yang berlaga di kompetisi
profesional ISL.
Sepak
bola tak lengkap rasanya bila tidak ada suporternya. Inilah yang
mendorong motivasi para pemain karena adanya dukungan dari suporter.
Terutama di Indonesia, Suporter di Indonesia terkenal sebagai suporter
terfanatik ke-3 setelah Brazil dan Jerman, suporter di indonesia juga
banyak yang saling tawuran. Hal ini menunjukan Rasa fanatisme
berlebihan, Selain dari itu juga suporter indonesia banyak yang kreatif.
Di Peringkat Pertama Ada Brigata Curva Sud atau lebih dikenal BCS adalah
salahsatu kelompok suporter yang berasal dari Sleman, Kelompok yang
bermarkas di tribun selatan MIS ( Maguwoharjo International Stadium )
ini mempunyai cara unik tersendiri untuk mendukung team kesayangannya
PSS Sleman. Salah satunya, Melakukan koreografi disasaat pertandingan
sedang berlangsung. Pada umumnya anggota Brigata Curva Sud memakai
sepatu dan berpakaian rapih. Saat PSS Sleman bermain suporter ini tak
pernah berhenti bernyanyi selama 45x2 pertandingan. Loyalitas ini
ditunjukan pada saat PSS main stadion selalu dipenuhi oleh para
suporter. Dan BCS juga mempunyai slogan " No Ticket, No Game ".
2. Bobotoh Suporter Persib Bandung
Diperingkat Kedua Ada Bobotoh adalah salah satu kelompok suporter yang
berasal dari kota kembang Bandung, kelompok suporter yang terlahir pada
17 Juli 1993 ini bermarkas di tribun Timur (JalakHarupat), meskipun
kepanjangan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung, Pendukungnya
tidak terbatas di kota bandung saja, akan tetapi bobotoh tersebar dimana
mana Contohnya di seluruh Indonesia bahkan ada juga yang dari luar
negri atau sering disebut Bobotoh Sa'alam Dunya. Setiap Persib bandung
berlaga Bobotoh tak pernah absen distadion. Bobotoh juga dikenal sebagai
suporter terfanatik di Indonesia Bobotoh Juga Mempunyai Slogan " Kabeh
Dulur " atau Semua Keluarga
3. Aremania Suporter Arema Indonesia
Ditempat ketiga ada Aremania, adalah salah satu kelompok suporter yang
berasal dari kota Malang Aremania benar benar atraktif, sportif, dan
kreatif dalam mendukung tim kesayangannya. Pertandingan Arema itu telah
nyaman ditonton oleh seluruh umur baik tua maupun muda, Aremania juga
terkenal sebagai suporter yang tak pernah berhenti bernyanyi selama
pertandingan berlangsung, hal ini yang menunjukan betapa besar team
arema terutama suporternya Aremania, Aremania mempunyai slogan " Salam
Satu Jiwa "
4. Bonek Mania Suporter Persebaya Surabaya
Istilah Bonek atau Bondho Nekat (Harta Nekat) pertama kali dikenal pada
tahun 1989, Hal ini menggambarkan fenomena suporter persebaya yang
berbondong bondong datang ke Jakarta dalam jumlah yang sangat besar.
Dalam perkembanganya bonek semakin tersebar luas, dan bonek terkenal
sebagai suporter paling kreatif ke empat setelah aremania, pada saat
Persebaya melawan klub liga inggris QPR membuktikan bahwa Bonek memenuhi
stadion Gelora Bung Tomo Penuh dan tidak ada tempat sedikitpun. Ini
membuktikan bahwa fanatisme Bonekmania patut di apresiasi. Pada saat
persebaya Away juga bonek selalu hadir terutama away di kota Bandung.
Slogan dari Bonek Mania adalah " Bersatoe Demi Kesolidtan Mndukung
Persebaya 1927 "
5. Pusamania Suporter Persisam Samarinda
Pusamania,
adalah sekelompok suporter yang berasal dari pulau Kalimantan atau
tepatnya di kota samarinda kelompok suporter ini adalah pendukung dari
Persisam Samarinda, Kelompok suporter ini juga terbilang suporter paling
fanatik karena di setiap pertandingan Persisam Pusamania selalu hadir,
dan bernyanyi nyanyi didalam stadion selama 45 x 2 menit berlangsung,
suporter ini juga sering membuat koreografi pada saat pertandingan
berlangsung. Pusamania juga mempunyai slogan " Indonesia Satu "
6. Pasoepati Suporter Persis Solo
Kelompok Suporter ini berasal dari Solo, Suporter yang terlahir pada
tahun 2000-an ini memiliki kelompok suporter yang cukup banyak. Suporter
yang tak pernah henti mendukung tim kesayangannya ini mampu membuktikan
bahwa mereka suporter paling fanatik Pasoepati Juga Mempunyai Slogan "
No Anarki, No Rasis "
7. The Jak Mania Suporter Persija Jakarta
The Jak Mania Kelompok Suporter Dari Jakarta, Kelompok suporter ini
memang terbilang memiliki fanatisme berlebihan sehingga sering kali
membuat onar / tawuran antar kelompok Thejak satu sama lain, namun di
sisi itu juga The jak memiliki suporter yang tak pernah berhenti
mendukung team kesayangannya. Slogan dari The Jak Mania adalah "
Se-Indonesia The Jakmania "
SEMBILAN - Ada sembilan suporter fanatik di Indonesia versi Bola.com. Setujukah anda? (Liputan6.com)
Jakarta
Pertandingan sepak bola tidak terlepas dari pemain ke-12 di lapangan
yaitu, suporter. Di antara sekian banyak puluhan ribu orang yang
memadati stadion untuk menyaksikan pertandingan sepak bola, ada
sekelompok orang yang memiliki loyalitas terhadap klub kebanggaannya.
Istilah itu dikenal dengan nama suporter.
Kelompok tersebut tak mengenal kata lelah untuk mendukung klub
kebanggaannya bertanding. Menang atau kalah, mereka tetap mendukung
sampai mati. Selain loyalitas, banyak suporter yang dikenal fanatik dan
menciptakan suatu koreografi atau gerakan demi mendukung klub
kesayangannya bertanding.
Hal tersebut banyak dijumpai di dunia, tak kecuali di Indonesia.
Banyak klub di Indonesia yang mempunyai suporter tak kalah hebatnya
dibanding klub-klub luar negeri dari segi fanatisme, loyalitas, dan
kreatifitas. Bahkan beberapa kelompok-kelompok suporter tersebut dapat
membuka lahan bisnis dengan menjualkan berbagai macam merchandise klub.
Berikut sembilan suporter paling fanatik dan loyal di Indonesia versi Bola.com, setuju atau tidak ?
Aksi The Jakmania. (Google)Suporter kebanggaan Persija Jakarta tersebut lahir pada tanggal 19
Desember 1997. Ketika itu, The Jakmania didirikan saat bergulirnya
kompetisi Liga Indonesia (Ligina) IV.
Ide terbentuknya The Jakmania lahir dari Diza Rasyid Ali yang
menjabat manajer Persija Jakarta ketika itu. Selain itu, terbentuknya
The Jakmania juga mendapat restu dari Gubernur DKI Jakarta ketika itu,
Sutiyoso yang juga bertindak selaku Dewan Pembina Persija Jakarta.
Saat terbentuk, sekretariat The Jakmania ketika itu berada di markas
Persija Jakarta, Stadion Menteng, Jakarta Pusat. Setelah itu sekretariat
The Jakmania pindah ke Stadion Lebak Bulus sebelum kemudian dipindahkan
ke Ragunan. Saat ini markas The Jakmania berada di kawasan komplek GOR
Soemantri Brodjonegoro, Kuningan Jakarta.
The Jakmania memiliki kepengurusan yang dipimpin oleh seorang Ketua
Umum. Ketum tersebut dipilih oleh seluruh anggota kepengurusan The
Jakmania setiap dua tahun sekali. Saat didirikan pertama kali, artis
Gugun Gondrong yang merupakan fans berat Persija Jakarta diberikan
mandat sebagai Ketum The Jakmania.
Seiring berjalannya waktu, kepengurusan The Jakmania kali ini
dipimpin oleh Richard Ahmad yang memiliki 72 ribu anggota tetap dan
memiliki kurang lebih 50 koordinator wilayah yang tersebar di Jakarta.
Selain itu, The Jakmania juga memiliki suporter khusus kaum hawa yang
dinamakan, Jak Angel.
Selain di lapangan, kreatifitas The Jakmania juga teruji dalam urusan
bisnis. Kelompok suporter Persija Jakarta tersebut menjual berbagai
macam merchandise asli Macan Kemayoran.
2. Viking
Aksi Viking dalam pertandingan Persib Bandung. (Google)
Viking Persib Fans Club atau yang dikenal dengan sebutan familiar
Viking merupakan suporter fanatik klub Persib Bandung. Viking didirikan
pada tanggal 17 Juli 1993.
Viking didirikan atas ide dari (Alm) Ayi Beutik, Heru Joko, Dodi
“Pesa” Rokhdian, Hendra Bule, dan Aris Primat yang sangat fanatik dan
mencintai Persib Bandung. Nama Viking diambil dari suku bangsa yang
mendiami kawasan Skandinavia di Eropa Utara.
Suku bangsa tersebut dikenal dengan sifat yang keras, berani, gigih,
solid, patriotis, berjiwa penakluk, pantang menyerah, serta senang
menjelajah. Karakter dan semangat itulah yang mendasari pengadopsian
nama Viking ke dalam nama suporter fanatik Persib Bandung.
Seperti suporter pada umumnya, Viking juga memiliki kepengurusan yang
dipimpin oleh seorang Ketua Umum (Ketum). Saat ini, Viking dipimpin
oleh Heru Joko dan memiliki lebih dari 70 ribu anggota yang tersebar di
seluruh kota dan wilayah provinsi Jawa Barat.
Selain itu, Viking juga merambah dunia bisnis dengan menjual
pernak-pernik kesebelasan Maung Bandung. Sekretariat Viking saat ini
berada di Jalan Gurame No. 2A, Bandung Selatan.
3. Aremania
Aremania (Bola.com/Kevin Setiawan)
Pendukung setia klub asal Malang, Arema Malang yang kini menjadi
Arema Cronus tersebut lahir atas dasar simpatisan pendukung Arema. Bukan
berdasarkan bentukan PS Arema Malang.
Aremania lahir ketika tahun 1997. Nama Aremania muncul karena dinilai
bisa mempersatukan suporter Arema. Secara psikologis persamaan dasar
antara Arema dan Aremania membuat suporter merasa bersatu. Kata Aremania
bisa dibagi Arema dan Mania. Saat ini, Aremania telah memiliki lebih
dari 50 ribu basis pendukung di seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk
beberapa wilayah di Indonesia.
Berbeda dengan yang lain, Aremania benar-benar lahir dan ditakdirkan
bukan sebagai organisasi melainkan kelompok suporter yang mencintai klub
kebanggaannya. Bahkan Aremania rela membuka beberapa bisnis penjualan
merchandise klub untuk menambah biaya administrasi klub. Markas Aremania
saat ini berada di lingkungan dekat Stadion Kanjuruhan, Malang.
Yang menarik, beda dengan kelompok suporter lain, Aremania tidak memiliki Ketua Umum.
4. Bonek
Aksi Bonek saat Persebaya Surabaya bertanding. (Google)
Suporter kebanggaan klub Persebaya Surabaya tersebut lahir pada tahun
1988. Istilah Bonek berasal dari akronim bahasa Jawa Bondo Nekat yang
artinya modal nekat.
Istilah Bonek lahir ketika para suporter Persebaya berbondong-bondong
datang ke Jakarta untuk menyaksikan klub kesayangannya bertanding di
Jakarta. Hal tersebut membuat Bonek dikenal sebagai prionir Away Days
atau pendukung sepak bola yang mengirim tim pujaannya bertanding ke kota
lain.
Saat ini, Bonek mempunyai kepengurusan dan dipimpin oleh Ketua Umum
(Ketum) Andi Peci dan memiliki hampir 50 ribu basis pendukung di seluruh
wilayah Indonesia. Selain dikenal fanatismenya, Bonek juga memiliki
kreatifitas yang tak terhingga khususnya dalam dunia bisnis.
Suporter kebanggaan Persebaya Surabaya tersebut memiliki toko resmi
yang menjual merchandise asli tim Bajul Ijo yang bernama Green Shop.
Saat ini, Sekretariat Bonek berada di Jalan Kaliwaron no. 104, kota
Surabaya.
5. Pasoepati
Aksi Pasoepati saat Persis Solo Bertanding. (Google)
Kelompok suporter kebanggaan klub Persis Solo tersebut lahir pada
tahun 2000. Ketika itu, kelahiran Pasoepati tidak terlepas dari klub
Pelita Jaya yang bermarkas di Stadion Manahan, Solo.
Istilah Pasoepati lahir dari akronim Pasukan Soeporter Sejati Pelita.
Saat Pelita Jaya berpindah markas, Pasoepati mendukung klub Persijatim
Solo FC. Tidak lama kemudian, Persijatim Solo FC pindah markas ke
Palembang dan berubah menjadi Sriwijaya FC.
Selanjutnya, Pasoepati mendukung klub Persis Solo yang promosi ke
divisi utama Liga Indonesia. Akhirnya Pasoepati menjadi pendukung klub
Persis Solo.
Saat ini, kepengurusan Pasoepati dipimpin oleh Bimo Putranto selaku
Presiden. Pasoepati mempunyai hampir 50 ribu basis pendukung yang
tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sekretariat Pasoepati berada di
komplek Stadion Mahanan, Solo.
6. The Macz Man
Aksi The Macz Man saat PSM Makassar bertanding. (Google)
Kelompok suporter klub PSM Makassar tersebut lahir pada tahun 2000.
Ketika itu, tim Juku Eja harus kehilangan gairah bermain saat menghadapi
Arema dalam lanjutan Liga Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang,
akibat teriakan yel-yel dari Aremania.
Untuk itu, pemain PSM Makassar meminta para suporter untuk berlatih
meneriakan yel-yel penyemangat untuk menghadapi pertandingan
selanjutnya. Atas permintaan tersebut, tiga orang suporter PSM Makassar
yaitu, Amrullah Pase, Iriantosyah Kasim, Ocha Alim mengabulkan
permohonan tim Juku Eja.
Ketiga orang tersebut mengajak seluruh kelompok suporter berlatih
meneriakan yel-yel dengan bantuan latihan dari komando yang didatangkan
langsung dari Pasoepati. Seiring berjalannya waktu, kelompok suporter
PSM Makassar memiliki kekompakan untuk meneriakan yel-yel.
Akhirnya terbentuk The Macz Man atau singkatan dari Macazzart, yang
mengambarkan laki-laki asli Makassar yang memulai untuk mendirikan
kelompok suporter PSM Makassar. Saat ini, kepengurusan The MaczMan
dipimpin oleh Ocha Alim.
The MaczMan sudah memiliki hampir 30 ribu basis suporter di seluruh
wilayah Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi dan Kalimantan.
Sekretariat The Macz Man berada di Jalan Laccukang Makassar.
7. Pusamania
Aksi Pusamania. (Google)
Kelompok suporter Persisam Putra Samarinda yang sekarang berganti
nama menjadi Pusamania Borneo FC tersebut lahir saat kompetisi Galatama
Liga Indonesia tahun 1994. Ketika itu, Pusamania lahir untuk mendukung
kesebelasan Persatuan Sepak Bola Putra Samarinda (PUMA).
Seiring berjalannya waktu, nama klub kebanggaan Kota Samarinda
tersebut berganti-ganti dari PUMA menjadi PS Putra Mahakam, lalu Putra
Mahakam, kemudian PS Putra Samarinda ke Persisam Putra Samarinda.
Namun saat ini, Pusamania mendukung klub bentukan baru leburan dari
Borneo FC yaitu, Pusamania Borneo FC. Saat ini, Pusamania telah memiliki
hampir 25 ribu basis pendukung di seluruh Indonesia, termasuk yang
paling dominan di wilayah Kalimantan.
Saat ini, kepemimpinan Pusamania dipimpin oleh Tommy Ermanto Pasemah.
Sekretariat Pusamania berada di kompleks Stadion Segiri Samarinda.
8. La Mania
Aksi La Mania saat menyaksikan Persela Lamongan bertanding. (Google)
Suporter kebanggaan Persela Lamongan tersebut berdiri atas bentukan
kelompok-kelompok fans klub yang berjuluk Laskar Joko Tingkir, tersebut,
diantaranya Lamongan Fans Club (LFC), Alex Fans Club, dan sejumlah
kelompok suporter lainnya.
Ketika itu, Persela yang berlaga Divisi II Liga Indonesia masuk ke
Divisi I Liga Indonesia. Berawal dari sanalah, para suporter Persela
Lamongan yang terpecah bersatu membentuk LA Mania pada tahun 2001
La Mania selalu setia menemani Laskar Joko Tingkir hingga masuk ke
kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada tahun 2007. La Mania
juga dinobatkan sebagai suporter terbaik ISL musim 2008-2009.
Saat ini, La Mania memiliki hampir 86 koordinator wilayah di seluruh
Indonesia, khususnya wilayah Jawa Timur. Sekretariat La Mania berada di
Jalan Lamongrejo No.01 Lamongan.
9. Slemania
Aksi Slemania saat meyaksikan pertandingan PSS Sleman. (Google)
Kelompok suporter kebanggaan klub PSS Sleman tersebut lahir pada
bulan Desember tahun 2000. Slemania dikenal sebagai suporter yang
terbilang memiliki banyak kreatifitas.
Hingga saat ini, Slemania mempunyai 18 ribu anggota dan 50 ribu
simpatisan yang tersebar di wilayah Indonesia, terutama daerah Sleman,
Yogyakarta. Kepengurusan Slemania saat ini dipimpin oleh R. Supriyoko.
Dalam perkembangannya, Slemania memiliki anggota yang dikenal dengan
sifat militansinya yaitu, Brigade Curva Sud (BCS). BCS dikenal sebagai
suporter militan Slemania yang menduduki tribun selatan Stadion
Maguwiharjo.
Selain dikenal dengan militansi, BCS merupakan anggota suporter
Slemania yang memiliki kreatifitas yang tak terhingga saat tim
kesayangannya bertanding. Selain itu, Slemania juga memiliki suporter
perempuan yang dinamakan, Slemanona.
Kesembilan suporter tersebut tidak pernah memecah diri dan membentuk
sebuah kelompok suporter yang baru untuk bersaing mendukung klub
kebanggaannya. Justru, beberapa diantaranya terbentuk dari sebuah
kelompok-kelompok suporter yang telah terbagi menjadi bagian paling
kecil.